A. RINGKASAN MATERI
1. Pengertian
Qadha dan Qadar
Qadha artinya ketentuan atau ketetapan Allah
SWT yang bersifat azali, yakni zaman sebelum Allah SWT menciptakan makhluk.
Misalnya tidak seorang di antara manusia yang bisa menentukan kapan dia lahir,
siapa jodohnya, bagaimana rizkinya, serta kapan meninggalnya. Semua itu yang
mengetahui hanyalah Allah SWT, sedangkan Qadar adalah keputusan Allah SWT yang
telah terjadi pada diri seseorang atau makhluk-Nya yang lain, berdasarkan
ketetapan dan usaha serta doa yang dilakukan orang tersebut.
Beriman
kepada qadha dan qadar sering disebut juga dengan takdir, yaitu meyakini bahwa
Allah SWT telah menetapkan segala sesuatu bagi seseorang atau makhluk lainnya,
akan tetapi Allah SWT berkuasa untuk mengubah ketetapan-Nya tersebut, apabila
yang bersangkutan berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa dengan ikhlas
kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS AI Hadid : 22
“ Tiada
suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri
melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya.
Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”
2. Macam-macam
takdir Allah
a. Takdir Mubram, yaitu takdir yang sudah
pasti, yang tidak dapat berubah lagi,
contohnya ; lahir, ajal, jenis kelamin seseorang. Sebagaimana QS Yunus :
49
“Apabila
Telah datang ajal mereka, Maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang
sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).”
Misalnya:
·
Seseorang
yang menginginkan bayi perempuan, tetapi kemudian lahir laki-laki. Perempuan
dan laki-laki yang menentikan Allah. Betul kan?
b. Takdir Mu'allaq, yaitu takdir Allah yang
mungkin masih bisa diubah, contohnya; rizki/kekayaan, kepandaian, dan
kesehatan. Sebagaimana QS Ar-Ra’du : 11
ž
“Sesungguhnya
Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang
ada pada diri mereka sendiri.”
Misalnya:
1.
Seseorang
yang bodoh, berusaha belajar dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi pandai.
2.
Seseorang
yang miskin, kemudian berusaha dengan sungguh-sungguh kemudian menjadi kaya.
3. Fungsi iman kepada takdir
a. Mendorong
untuk selalu berusaha (ikhtiar).
b. Meningkatkan
keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
c.
Bersikap optimis dan selalu
berusaha untuk menggapai yang terbaik.
d. Menumbuhkan
sikap sabar dan tawakkal.
e. Terhindar
dari sikap tercela, seperti duka yang berlebihan dalam menyikapi kegagalan.
f.
Meningkatkan ketenangan hidup.
Menghindarkan diri dari dosa dan maksiat.
Labels:
Kelas 9,
Materi PAI,
Semester 2
Thanks for reading BAB X IMAN KEPADA QADHA’ DAN QADAR (Kelas 9, Semester 2). Please share...!
0 Komentar untuk "BAB X IMAN KEPADA QADHA’ DAN QADAR (Kelas 9, Semester 2)"