Menjaga Lisan dan Jari di Era Digital
Mengapa Gibah harus dihindari dan bagaimana Tabayun menjadi gaya hidup untuk kedamaian sosial.
Pernahkah Anda merasa begitu gemas ingin menceritakan "keburukan" seseorang kepada teman dekat? Atau mungkin, Anda pernah langsung membagikan berita heboh di grup WhatsApp tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu?
"Di era digital yang serba cepat ini, menjaga lisan dan jari bukan lagi sekadar anjuran moral, melainkan kebutuhan agar hidup kita lebih tenang."
1. Mengenal Gibah: "Racun" dalam Pergaulan
Gibah seringkali dibungkus dengan kalimat halus seperti, "Bukannya mau ngomongin ya, tapi...". Padahal, esensinya tetap sama: membicarakan kekurangan atau kejelekan orang lain yang jika orang tersebut tahu, ia akan merasa sakit hati.
Analogi yang Mengerikan
Islam memandang perbuatan ini dengan sangat serius. Menggunjing saudara sendiri diibaratkan seperti memakan daging saudara kita yang sudah meninggal. Sebuah peringatan keras akan fatalnya merusak kehormatan sesama.
Bagaimana Cara Kita Berhenti?
Selalu mencoba berpikir positif dan mencari satu sisi baik orang lain.
Menyadari bahwa gibah adalah dosa lisan yang sangat dibenci Allah SWT.
Senantiasa memohon ampunan dan penjagaan lisan kepada-Nya.
2. Tabayun: "Rem" di Tengah Banjir Informasi
Jika gibah adalah penyakitnya, maka Tabayun adalah obatnya. Tabayun berarti memeriksa kebenaran informasi dengan teliti dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Di era media sosial, berita bohong (hoax) menyebar lebih cepat daripada kebenaran.
| Langkah | Cara Melakukannya |
|---|---|
| Cek Sumber (URL) | Perhatikan alamat situsnya. Pastikan berasal dari media resmi yang kredibel. |
| Fakta vs Opini | Pastikan berita berdasar data lapangan, bukan sekadar pendapat sepihak. |
| Verifikasi Visual | Gunakan reverse image search untuk mengecek keaslian foto/video. |
| Gunakan Komunitas | Bergabung dengan grup anti-hoax untuk klarifikasi berita viral. |
Membangun Harmoni Sosial
Menjauhi gibah dan membiasakan tabayun adalah fondasi masyarakat yang harmonis. Kerukunan akan terjaga, kedamaian lingkungan tercipta, dan energi kita menjadi lebih produktif.

Posting Komentar untuk "BAB 8 Menjaga Lisan dan Jari di Era Digital"