zmedia

Bab III kelas IX: Indahnya Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami

Indahnya Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami — Rangkuman Bab III Kelas IX

PAI dan Budi Pekerti  ·  Kelas IX  ·  Bab III

Indahnya etika pergaulan dan komunikasi Islami

Cara bergaul dan berkirim pesan yang bikin kamu disayang teman, dihormati orang, dan dicintai Allah Swt.

Rasulullah saw. bersabda

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”

H.R. al-Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47
Kamu, hari ini

Sebelum mengetik, sebelum membalas, sebelum menekan tombol kirim — satu hadis ini sudah cukup jadi pegangan.


Dua hal yang dibahas bab ini

Pergaulan Islami

Pergaulan antarmanusia yang berpedoman pada norma-norma yang digariskan Al-Qur'an dan hadis Rasulullah saw.

Komunikasi Islami

Proses penyampaian pesan antarsesama manusia yang didasarkan pada ajaran Islam.

Dasarnya Q.S. al-Hujurat [49]: 13 — Allah Swt. menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal, dan yang paling mulia adalah yang paling bertakwa. Etika membuat hidup bermasyarakat terasa nyaman dan tenteram; tanpa etika, yang muncul justru kekacauan dan perselisihan.

Empat lingkaran pergaulan

Ketuk masing-masing untuk melihat rambu-rambunya.

Orang tua, kakek nenek, kakak, dan guru

Rida Allah Swt. bergantung pada rida orang tua. Guru pun orang tua di sekolah — hormat dan taat kepada guru sama nilainya dengan hormat pada ajaran para nabi.

  • Ucapkan salam saat bertemu
  • Berbakti dengan sebaik-baiknya
  • Jaga perasaan, jangan sampai sakit hati
  • Bertutur kata baik dan sopan
  • Bersikap rendah hati
  • Bersyukur atas kebaikan mereka
  • Hormati dengan tulus, bukan pura-pura
  • Dengarkan dan ikuti nasihat baiknya
  • Contoh perilaku baik mereka
  • Doakan mereka
  • Jenguk atau rawat saat sakit
  • Ucapkan salam saat berpamitan

“Siapa yang tidak menyayangi yang lebih kecil di antara kami dan tidak mengerti hak yang lebih besar di antara kami, maka ia bukan dari golongan kami.” — H.R. Abu Daud

Empat etika komunikasi Islami

Berlaku sama, baik saat bicara langsung maupun saat mengetik di media sosial.

Menyampaikan informasi yang benar

Tidak merekayasa atau memanipulasi fakta. Jangan langsung membagikan berita yang kebenarannya belum bisa kamu pertanggungjawabkan.

“…dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.”Q.S. al-Hajj [22]: 30

Menggunakan bahasa yang santun

Santun adalah cara paling sederhana untuk menghormati orang lain. Biasakan dari hal kecil — dari cara menyapa sampai cara membalas chat.

“…serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia…”Q.S. al-Baqarah [2]: 83

Merespons dengan kata-kata yang baik

Saat kaget, kagum, marah, atau kena prank — balas dengan kalimah tayyibah. Kata yang baik itu diumpamakan seperti pohon yang akarnya kuat dan berbuah sepanjang musim.

Perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik.Q.S. Ibrahim [14]: 24–25

Bertanggung jawab

Semua yang kamu posting jadi tanggung jawabmu: status, komentar, like, share, retweet, follow. Lidah itu kecil dan ringan, tapi bisa mengangkatmu ke derajat tertinggi — atau menjatuhkanmu ke yang terendah.

“Kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.”H.R. al-Bukhari dan Muslim

Kalimah tayyibah: mana yang dipakai?

Tebak dulu dalam hati, baru ketuk kartunya.

Tujuh langkah chat yang sopan

Urutan ini berlaku dari awal sampai akhir percakapan.

  1. Mulai dengan sapaan dan salam.
  2. Perkenalkan diri kalau ini pertama kali kamu chat dengannya.
  3. Gunakan kata-kata yang tepat dan santun.
  4. Ucapkan maaf saat menyampaikan ide, sebagai bentuk rendah hati.
  5. Hargai privasi orang lain — jangan sebarkan berita, gambar, atau foto yang bisa menyinggung, sekalipun niatnya bercanda.
  6. Hindari memposting atau berkomentar yang berisi hasutan.
  7. Akhiri dengan terima kasih dan salam.

Tabayyun: cek dulu sebelum percaya

Kisah Abu Nawas dan Khalifah Harun ar-Rasyid

Khalifah Harun ar-Rasyid murka. Ia menerima laporan bahwa Abu Nawas berfatwa tidak perlu rukuk dan sujud dalam salat, dan menyebut sang khalifah suka memfitnah. Abu Nawas pun diperintahkan ditangkap.

Untung ada pembantu yang menyarankan agar khalifah bertabayyun lebih dulu. Abu Nawas dipanggil. Ia mengakui memang mengucapkan keduanya, tetapi kabar yang sampai tidak lengkap.

Soal rukuk dan sujud, saat itu ia sedang menjelaskan tata cara salat jenazah. Soal fitnah, ia sedang menafsirkan Q.S. al-Anfal ayat 28 — bahwa harta dan anak-anak adalah fitnah dalam arti ujian, dan khalifah memang menyukai keduanya.

Satu kalimat yang dipotong bisa berujung hukuman mati. Di zaman media sosial, potongan kalimat menyebar jauh lebih cepat — maka tabayyun jadi jauh lebih penting.

Perintahnya ada di Q.S. al-Hujurat [49]: 6 — kalau ada orang fasik datang membawa berita, telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum lalu menyesali perbuatanmu sendiri.

Yang kamu dapat kalau menerapkannya

  • Dicintai Allah Swt. dan Rasul-Nya
  • Mendatangkan pahala
  • Jadi pribadi yang disegani, dihormati, dan disenangi
  • Tercipta kehidupan yang harmonis
  • Hubungan dengan orang lain jadi mudah
  • Terhindar dari pertengkaran dan permusuhan
  • Terhindar dari perbuatan maksiat dan dosa

Cek pemahamanmu

Enam soal singkat. Pilih satu jawaban, penjelasannya langsung muncul.

Skor: 0 dari 6

Rangkuman Bab III, disusun dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP/MTs Kelas IX karya Iis Suryatini dan Hasyim Asy'ari, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek, 2022.

Posting Komentar untuk "Bab III kelas IX: Indahnya Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami"